Archive for August, 2007

28
Aug
07

The War As We Saw It

The War As We Saw It
By Buddhika Jayamaha, Wesley D. Smith, Jeremy Roebuck, Omar Mora, Edward Sandmeier, Yance T. Gray and Jeremy A. Murphy
The New York Times, Sunday 19 August 2007

(Buddhika Jayamaha is an Army specialist. Wesley D. Smith is a sergeant. Jeremy Roebuck is a sergeant. Omar Mora is a sergeant. Edward Sandmeier is a sergeant. Yance T. Gray is a staff sergeant. Jeremy A. Murphy is a staff sergeant.)

Viewed from Iraq at the tail end of a 15-month deployment, the political debate in Washington is indeed surreal. Counterinsurgency is, by definition, a competition between insurgents and counterinsurgents for the control and support of a population. To believe that Americans, with an occupying force that long ago outlived its reluctant welcome, can win over a recalcitrant local population and win this counterinsurgency is far-fetched. As responsible infantrymen and noncommissioned officers with the 82nd Airborne Division soon heading back home, we are skeptical of recent press coverage portraying the conflict as increasingly manageable and feel it has neglected the mounting civil, political and social unrest we see every day. (Obviously, these are our personal views and should not be seen as official within our chain of command.)

The claim that we are increasingly in control of the battlefields in Iraq is an assessment arrived at through a flawed, American-centered framework. Yes, we are militarily superior, but our successes are offset by failures elsewhere. What soldiers call the “battle space” remains the same, with changes only at the margins. It is crowded with actors who do not fit neatly into boxes: Sunni extremists, Al Qaeda terrorists, Shiite militiamen, criminals and armed tribes. This situation is made more complex by the questionable loyalties and Janus-faced role of the Iraqi police and Iraqi Army, which have been trained and armed at United States taxpayers’ expense.
Continue reading ‘The War As We Saw It’

Pages: 1 2 3

18
Aug
07

MAHASISWA, TERUSLAH BERGERAK

Oleh: Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Jika membaca koran, mendengar radio, dan melihat tv, kita mendapati fenomena yang sama dan berlaku masif: rakyat harus antri untuk mendapatkan salah satu kebutuhan hidup mereka, yakni bahan bakar minyak. Barisan panjang berjam-jam mengantri minyak tanah. SPBU-SPBU tutup dengan alasan kehabisan stok. Semuanya itu diperparah dengan harga “tak resmi” yang jauh lebih mahal daripada harga standar. Belum lagi dengan aturan alokasi X liter per minggu per orang.

Di Medan, ibu-ibu yang mau membeli minyak tanah harus membawa KTP dan KK. Itupun dengan retriksi tambahan: hanya boleh membeli 5 liter per minggu. Di Tulungagung dan Trenggalek, ratusan nelayan harus memperpendek jam kerjanya karena terbatasnya solar. Solar menjadi barang langka di sepanjang jalur Pantura.
Continue reading ‘MAHASISWA, TERUSLAH BERGERAK’

Pages: 1 2

18
Aug
07

Penghargaan Luar Biasa untuk Talenta Biasa

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Kisah sukses Veri Afandi telah menjadi impian berjuta-juta anak muda seluruh Indonesia. Impian untuk hidup enak dengan jalan pintas: ikut acara reality show dan kalau bisa, menjadi pemenangnya. Setelah menang di Akademi Fantasi Indosiar (AFI 1), anak tukang becak yang lahir di Pangkalan Brandan, 7 Januari 1983 ini telah menjadi artis baru. Veri menjadi “new legend” bagi para ABG Indonesia.

Konser demi konser, tur demi tur menjadi bagian hidup Veri. Belum lagi kunjungan ke daerah dan wawancara dengan beberapa media. Veri juga menjadi model iklan produk di samping kontrak tiga tahunnaya dengan Indosiar. Ditambah lagi dengan share of profit penujualan Album “Menuju Puncak”. Album yang menjadu theme song AFI ini telah terjual lebih dari 450.00 keping (CD dan kaset) sehingga meraih triple platinium. Bisa dibayabngkan dalam waktu singkat, puluhan bahkan ratusan juta uagbmengalir, dengan mudah, memenuhi kantong Veri. Tidak bisa diduga berapa kekayaan Veri sekarang. Tidak ada perbedaan antara Veri dulu dan Veri sekarang kecuali satu hal: dulu miskin, sekarang kaya.

Continue reading ‘Penghargaan Luar Biasa untuk Talenta Biasa’

18
Aug
07

Mimpi Besar Suatu Bangsa

Refleksi Pidato Presiden AS
Mimpi Besar Suatu Bangsa

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Bila kau bisa membayangkan, kau bisa mencapainya
Bila kau bisa mengimpikannya, kau bisa menjadi itu
(William Arthur Ward)

Apalah arti sebuah pidato presiden (inaugural address) saat ia dilantik bagi rakyatnya. Untuk sebuah negara kecil, apalagi tidak berpengaruh, pidato itu hanyalah sebuah aksesori pelengkap yang menghiasi upacara peresmian presiden baru. Dan itu akan segera dilupakan oleh rakyatnya.

Continue reading ‘Mimpi Besar Suatu Bangsa’

18
Aug
07

Aktualisasi, Industrialisasi, dan Sindrom Cinderella

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Keberhasilan penyelenggaraan Akademi Fantasi Indosiar telah menjadi pionir bagi dibuatnya acara-acara semodel, misalnya Indonesian Model, Sang Lelaki, Indonesian oleh RCTI, MOKA (Pemilihan Model Majalah Kawanku) di TV7, Nescafe Musik Asik Get Started di Trans TV, Konser Dangdut Indonesia (KDI) di TPI, dan Indonesia Star di Metro TV, dan sebagainya. Acara-acara reality show menajdi tren baru yang menarik ribuan anak muda untuk mendaftar.

Hanya ada satu alasan yang bisa menjawab fenomena maraknya acara-acara di atas, yaitu keuntungan (profit). Meskipun stasiun teve sebagai pihak penyelenggara bisa berkamuflase dengan alasan-alasan normatif, misalnya untuk menjaring bintang masa depan, mengaktualisasikan talenta, wahana ekpresi anak muda, demi pariwisata negeri, tetap tidak dapat menutupi the true reason yaitu bayangan keuntungan besar yang pasti datang.
Continue reading ‘Aktualisasi, Industrialisasi, dan Sindrom Cinderella’

18
Aug
07

Korupsi yang (Kian) Akut

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Transparency International Indonesia (TII) memberi hadiah akhir tahun yang pahit kepada bangsa Indonesia. Setelah prestasi internasional “terhormat” yaitu posisi terkorup keenam dari 159 negara, TI membidik lebih dalam kepada institusi-institusi internal. Hasilnya, partai politik merupakan lembaga terkorup di negeri ini diikuti oleh parlemen, kepolisian, bea cukai, pengadilan, kejaksaan, dan pajak (Jawa Pos, 24/12/05). Sedangkan pada 2004, TII menempatkan bea cukai dan pengadilan menjadi pertama dan kedua.

Bila dikomparasikan laporan TII pada awal tahun 2005 dengan subyek yang sama yang menempatkan bea cukai, kepolisian, dan TNI dalam posisi satu, dua, dan tiga (Jawa Pos, 18/02/05), ada institusi-institusi baru yang masuk ke gelanggang korupsi dan anehnya (lebih tepat dikatakan ironis) langsung leading (memimpin).

Continue reading ‘Korupsi yang (Kian) Akut’

18
Aug
07

Seymour Hersh, Iran, dan Serangan Nuklir

Seymour Hersh, Iran, dan Serangan Nuklir
Oleh: Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

“Everyone wants to go to Baghdad, real men want to go to Tehran” (Newsweek, 19/08/02).

Beberapa hari kemarin ini, pemerintahan Bush menyibukkan diri menangkis laporan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan kekuatan militernya untuk menyerang Iran. Tidak cukup bantahan resmi dari juru bicara pemerintah, samapai-sampai Bush sendiri yang memberikan komentar saat berbicara di Universitas John Hopkins, New York (BBC, 10/04/06).

Laporan yang ditulis Seymour H Hersh dengan judul “The Iran Plans: Would President Bush go to war to stop Tehran from getting the bomb” dan dipublikasikan oleh majalah New Yorker edisi 17 April itu mengemukakan rencana serangan AS ke Iran.
Continue reading ‘Seymour Hersh, Iran, dan Serangan Nuklir’

Pages: 1 2 3 4 5 6

18
Aug
07

MEMBACA PESAN LATIHAN MILITER CHINA-RUSIA

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Untuk pertama kali dalam sejarah, Rusia dan China mengadakan latihan militer bersama (joint militray exercises). Latihan dengan nama “Misi Perdamaian 2005 yang diselenggarakan selama seminggu (18-25 Agustus) itu diikuti sekitar 10 ribu tentara (8200 tentara China dan 1200 tentara Rusia) serta 140 kapal perang.

Medan perang simulasinya meliputi Semenanjung Jiadong dan Laut Kuning, termasuk pangkalan Armada Pasifik Rusia Vladivostok. Jiadong menjadi alternatif setelah pilihan tempat Xinjian dan Zhejiang (bersebelahan dengan Taiwan) ditolak karena dianggap terlalu provokatif.

Continue reading ‘MEMBACA PESAN LATIHAN MILITER CHINA-RUSIA’

18
Aug
07

PEMILU LEBANON DAN PEMBUKTIAN HIZBULLAH

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Kemarin (29/05), Lebanon memyelenggarakan pemilu kedua pasca perang saudara (civil war) setelah yang pertama pada 3 September 2000. Pemilu kemarin juga merupakan pemilu pertama pasca berakhirnya 29 tahun (1976-2005) pendudukan Suriah di Lebanon. Suriah menarik mundur seluruh pasukannya pada 25 April 2005 dan menempatkannya di Lembah Bekaa, perbatasan Lebanon-Suriah.

Meskipun belum diketahui hasilnya, pemilu yang menentukan konstelasi kekuatan di parlemen (Majelis Al Nuwab) Lebanon itu diprediksi membawa kemenangan bagi kelompok Muslim, khususnya kaum Syiah. Kemenangan itu dimungkinkan mengingat konfigurasi penganut agama yang ada sekarang adalah Muslim 59,7% dan Kristen 39% (CIA World Factbook 2005). Sementara PINR (Power and Interest News Report) menyebutkan empat kekuatan utama Lebanon dengan komposisi: Muslim Syiah 40 persen, Muslim Sunni 20, Kristen Manorite 16, Druze 6, dan selebihnya adalah Muslim Alawy, Kristen Yunani dan Kristen Armenia (Dr. Michael A. Weinstei, Lebanon Loses its Buffer, pinr.com, 18/02/2005)

Continue reading ‘PEMILU LEBANON DAN PEMBUKTIAN HIZBULLAH’

17
Aug
07

Kudeta Damai Thailand

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Akhirnya, jadi juga militer Thailand melancarkan kudeta. Rumor yang beredar luas jauh-jauh hari sebelumnya ternyata terbukti pada 19 September kemarin. Walau tidak ada perlawanan dan tumpahan darah, kudeta yang kedua dalam lima puluh tahun terakhir itu layak dicermati di tengah kekisruhan politik Thailand semenjak akhir Januari lalu.

Sore hari itu, 14 tank menyerbu gedung pemerintahan yang biasa ditempati PM Thaksin Sinawatra dan melucuti 200-an polisi yang menjaganya. Militer menutup semua kegiatan sosial ekonomi di Bangkok dan menyarankan agar rakyat diam di rumah. Jalan-jalan diblokade, gedung-gedung strategis dikuasai, dan unit-unit kecil tentara berpatroli keliling kota dengan sepeda motor.

Continue reading ‘Kudeta Damai Thailand’

17
Aug
07

Membunuh Hugo Chavez?

Membunuh Hugo Chavez?
Oleh: Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Seorang evangelis terkemuka mengeluarkan suatu pernyataan ekstrim: membunuh presiden Venezuela, Hugo Chavez. Pat Robertson, pendiri Koalisi Kristen untuk Amerika (Christian Coalition of America), dalam sebuah acara The 700 Club yang disiarkan oleh Jaringan Siaran Kristen (Christian Broadcasting Network) pada 22 Agustus kemarin, menyatakan daripada membiayai perang sebesar 200 miliar dolar, lebih baik melakukan operasi intelejen untuk mengakhiri Hugo Chavez.

Apa yang disampaikan oleh Pat Robertson itu boleh jadi mewakili kegelisahan pemerintahan Bush mengingat kedekatan dan peranan Kristen Kanan (Christian Right) dalam Partai Republik maupun dengan Bush sendiri. Christian Right merupakan salah satu pilar penopang Partai Republik selain kelompok neo konservatif (John Langmore, The Bush Foreign Policy Revolution, Its Origin, and Alternatives, Global Policy Forum, Agustus 2004).
Continue reading ‘Membunuh Hugo Chavez?’

Pages: 1 2 3 4

17
Aug
07

IRAK PASCAKEMATIAN ZARQAWI

IRAK PASCAKEMATIAN ZARQAWI
Oleh: Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Tokoh teroris terkemuka Iraq telah tewas. Hari Rabu (7/6) kemarin, Abu Musab al-Zarqawi yang menjadi wakil al Qaida di Iraq menemui kematian setelah serangan udara AS menghantam tempat tinggalnya di desa Hibhib, 8 km utara Baquba, pada pukul 18.15 setempat (Reuters, 8/6). Dua pesawat F-16 menjatuhkan dua bom laser seberat 230 kg mengakhiri teroris yang kepalanya dihargai 25 juta dolar.

Sehari sesudah itu, konferensi pers dilakukan oleh PM Irak Nuri al Maliki bersama Duta Besar AS Zalmay Khalilzad dan panglima koalisis Jenderal George Casey. Dalam kesempatan itu, Maliki menyatakan ancamannya berupa tindakan tegas kepada gerakan perlawanan.
Continue reading ‘IRAK PASCAKEMATIAN ZARQAWI’

Pages: 1 2 3 4 5

17
Aug
07

Wajah “Lain” Hamas

Wajah “Lain” Hamas
Oleh: Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Kemenangan Hamas memang mengejutkan dunia. Sampai-sampai, harian Tne New York Times (27/01) menyebut kemenangan itu dengan “bulan sabit telah muncul”. Bulan sabit merupakan lambang Islam yang mendunia. Selain digunakan sebagai simbol Khilafah Islam terakhir, Ustmani, bulan sabit juga digunakan sebagai lambang organisasi kemanusian Bulan Sabit Merah.

Dalam terminologi sejarah, ada dua simbol lagi yang mengimajinasikan dua komunitas besar dunia; salib untuk umat Nasrani dan Bintang David untuk Yahudi.
Continue reading ‘Wajah “Lain” Hamas’

Pages: 1 2 3 4

17
Aug
07

HAMAS DAN SYARAT NAIF BARAT

Oleh:

Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Kemenangan Hamas di pemilu Palestina 2006 adalah kenyataan yang tidak dapat dielakkan. Melalui sistem demokrasi, Hamas mendapat mandat dari rakyat Palestina untuk membawa bangsanya menuju arah yang lebih baik dari era rezim (Fatah) sebelumnya. Vox populi vox dei.

Sudah lewat sepuluh tahun, sejak pemilu pertama 20 Januari 1996, Fatah berkuasa dengan tidak membawa perubahan yang berarti. Tidak ada kejelasan tentang nasib dan status negara Palestina. Bagaimana dengan nasib pengungsi Palestina yang terdiaspora di negara-negara tetangga. Bagaimana keberadaan Jerusalem Timur dengan tempat suci Masjid Al Aqsa-nya. Atau Israel yang terus-menerus memperbesar area pemukiman di atas tanah Palestina terutama di Tepi Barat. Atau pembunuhan-pembunuhan terhadap warga Palestina yang dilakukan oleh Israel.

Continue reading ‘HAMAS DAN SYARAT NAIF BARAT’

17
Aug
07

HAMAS, HIZBULLAH DAN ISRAEL

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Timur Tengah modern (pasca-Perang Dunia II), dua gerakan perlawanan yang paling terkemuka, Hamas dan Hizbullah, beraliansi menghadapi musuh yang sama Israel. Hamas memulai serangan pada 25 Juni melalui terowongan-yang digali dua bulan sebelumnya-di Kerem Shalom dengan hasil: 1 tentara Israel tewas dan satu tentara (Gilad Shalit) lagi ditahan. Sedangkan, serangan Hizbullah terjadi pada pagi 12 Juli dengan hasil: 8 tentara Israel tewas dan dua orang tentara (Ehud Goldwasser dan Eldad Regev) ditahan.

IOF (Israel Occupation Force) melalui operasi “Summer Rain” (29 Juni) membalas dengan membombardir Jalur Gaza, Lebanon selatan, dan Beirut. Memblokade akses-akses darat, laut, dan udara. Merusak fasilitas-fasilitas umum semisal pembangkit listrik, universitas, rumah sakit, bandara, jalan dan jembatan. Artileri IOF terus menyalak. Jet-jet tempurnya (yang sebagian besar adalah F-16 sumbangan Amerika Serikat) terus menghujani dengan bom. Demikian juga kanon-kanon kapal laut IOF. Di Jalur Gaza, bom-bom sonic membuat orang Palestina tidak bisa tidur.

Continue reading ‘HAMAS, HIZBULLAH DAN ISRAEL’




Blog Stats

  • 96,303 hits

 

August 2007
M T W T F S S
« Jan   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Add to Technorati Favorites

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.