17
Aug
07

Kudeta Damai Thailand

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Akhirnya, jadi juga militer Thailand melancarkan kudeta. Rumor yang beredar luas jauh-jauh hari sebelumnya ternyata terbukti pada 19 September kemarin. Walau tidak ada perlawanan dan tumpahan darah, kudeta yang kedua dalam lima puluh tahun terakhir itu layak dicermati di tengah kekisruhan politik Thailand semenjak akhir Januari lalu.

Sore hari itu, 14 tank menyerbu gedung pemerintahan yang biasa ditempati PM Thaksin Sinawatra dan melucuti 200-an polisi yang menjaganya. Militer menutup semua kegiatan sosial ekonomi di Bangkok dan menyarankan agar rakyat diam di rumah. Jalan-jalan diblokade, gedung-gedung strategis dikuasai, dan unit-unit kecil tentara berpatroli keliling kota dengan sepeda motor.


Sebelum itu, langkah antisipasi Thaksin dengan memecat (Kepala Staf Angkatan Darat) Jenderal Sonthi Boonyaratglin dan mengumumkan keadaan darurat dari New York melalui siaran TV pemerintah tidak bisa menahan laju kudeta. Wakil PM Chitchai Wannasathit dan Menhan Thammarak Isaragurana Ayuthaya dikabarkan telah ditahan (AP, 19/09, 15:03).

Setia pada Raja

Ada dua hal terlihat menonjol saat kudeta kemarin. Pertama, saluran komunikasi keluar-masuk Thailand tetap terjaga. Situs-situs surat kabar nasional masih dapat diakses. Tidak ada kantor pers yang ditutup.

Kedua, sematan kain kuning di lengan setiap unit tentara. Di satu sisi, warna kuning merupakan warna agung karena menjadi simbol kerajaan. Di sisi lain, militer terkenal dengan loyalitasnya kepada raja. Sementara itu, Channel 7 yang dimiliki oleh militer mem-bypass semua siaran dengan menyiarkan puji-pujiaan kepada raja dan lagu-lagu patriotik.

Empat Komunike

Jenderal Sonthi selaku pimpinan kudeta menyatakan: pertama, pembentukan Dewan Reformasi Administratif di bawah Sistem Demokratis dengan raja sebagai Kepala Negara. Dewan ini akan mengembalikan secepatnya kekuasaan kepada rakyat, menjaga perdamaian dan stabilitas nasional serta menghormati raja.

Kedua, mengontrol semua pergerakan kesatuan dan personal militer. Ketiga, membekukan Konstitusi 1997, membubarkan tiga lembaga (parlemen, kabinet, dan Pengadilan Konstitusi) sekaligus, meminta anggota Dewan Penasehat (Privy) tetap bertugas, dan mengoperasikan semua pengadilan kecuali Pengadilan Konstitusi di bawah dewan. Keempat, mengharuskan pendelegasian operasional pemerintahan dari PM dan menteri kepada dewan.

Secara keseluruhan, kelihatannya militer “terpaksa” melakukan shortcut dengan cara kudeta untuk mengatasi instabilitas akibat pertarungan politik berlarut-larut, korupsi, dan penyalahgunaan wewenang. Militer menjamin akan merestorasi kekuasan kepada rakyat dalam waktu dua minggu ke depan setelah menunjuk PM dan membuat konstitusi baru (BBC, 20/09). Tidak ada kejelasan siapa yang bisa (dan berhak) ditunjuk sebagai PM.

Dukungan Raja dan Rakyat

Meski tidak ada keterangan resmi dari Raja Bhumibol Adulyadej, banyak orang menduga Raja mendukung penuh kudeta ini. Beberapa hal mengindikasikan itu. Para pelaku kudeta sendiri menyatakan sudah mengunjungi Raja dan menyatakan kesetiaanya.

Pimpinan kudeta, Jenderal Sonthi adalah orang dekat Raja. Karena begitu dekatnya, jenderal muslim ini bisa dikatakan sebagai jurubicara tidak resmi kerajaan (Profile: Thai coup leader, BBC, 19/09). Raja sudah melantik Jenderal Sonthi sebagai pimpinan nasional sementara (BBC, 21/09).

Sehari setelah kudeta, rakyat menyambut hangat pelaku kudeta. Militer mendapat kalungan bunga dan makanan dari rakyat.

Nasib Thaksin

Thaksin sendiri dikabarkan mempersingkat kehadirannya dalam pertemuan Majelis Umum PBB di New York. Bahkan, Thaksin menggagalkan rencana pidatonya di acara PBB itu. Menurut BBC (20/09), Thaksin melakukan transit di London.

Tidak ada kejelasan bagaimana cara Thaksin kembali ke Bangkok. Apakah dengan cara damai yang kemungkinan besar berakhir dengan penahanan dirinya. Atau melalui cara kekerasan seperti yang dilakukan Presiden Venezuela Hugo Chavez saat kudeta 2002. Di kala itu, Chavez memobilisasi rakyat pendukungya dan mendapat jaminan keamanan dari elite militer (kesatuan penerjun). Chavez pun tiba dengan selamat di Caracas dan kekuasan kembali ke tangan.

Sekali lagi, Thaksin harus melakukan gambling politic. Bertaruh dengan kemungkinan-kemungkinan. Ketika membubarkan parlemen pada 24 Februari kemarin, Thaksin mencoba meniru langkah PM Jepang Junichiro Koizumi untuk mendapatkan dukungan baru (fresh mandate). Koizumi membubarkan parlemen pada 8 Agustus 2005 karena sengketa privatisasi kantor pos Jepang.

Hasilnya, Koizumi berhasil, Thaksin gagal. Pemilu Thailand 2 April malah diboikot oleh partai-partai oposisi. Akibatnya, hingga kini, Thailand tidak memiliki parlemen aktif. Di tambah lagi, Pengadilan Konstitusi menyatakan ketidaksahan pemilu itu dan memerintahkan digelar pemilu baru.
Dalam hal popularitas, Thaksin sama seperti Chavez: diidolakan oleh kaum miskin. Tapi, Thaksin bukanlah “matahari tunggal” sebagaimana Chavez. Masih ada Raja Bhumibol yang merupakan figur sangat dominan dalam perpolitikan Thailand. Raja juga memegang kendali militer berdasarkan konstitusi.

Besar kemungkinan Thaksin akan kembali dengan jalan damai. Lalu mendekati Raja guna mendapat pengampunan. Selanjutnya, terserah Raja mengenai nasib Thaksin mendatang: apakah bisa ikut dalam pemilu 15 Oktober atau tidak. Kalaupun tidak, itu akan menjadi waktu bagi Thaksin “menghilang sebentar” untuk kemudian kembali lagi ke pentas politik.


0 Responses to “Kudeta Damai Thailand”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 169,073 hits

Top Clicks

  • None
August 2007
M T W T F S S
« Jan   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Add to Technorati Favorites

%d bloggers like this: