17
Aug
07

REFERENDUM KONSTITUTI IRAK 15 OKTOBER 2005

SUNNI DAN SKENARIO REFERENDUM

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Transisi politik dan kekuasaan serta-mengutip sebuah judul tulisan seorang neo konservatif sekaligus duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Irak, Zalmay Khalilzad, yang dimuat di The National Interest edisi 30 Summer 2005-pembangunan bangsa (nation bulding) Irak memasuki tahapan amat krusial. Sebagian pengamat mengatakan menegangkan karena di bawah ancaman perang saudara (civil war).

Referendum untuk memilih “Yes” atau “No” draft konstitusi Irak akan dilakukan pada hari ini. Sekitar 14,3 juta rakyat Irak berbondong-bondong mendatangi ke sekitar 6000 tempat pemilihan di seluruh negeri. Dua ratus ribu tentara yang merupakan gabungan tentara lokal dan asing dipastikan menjaga ketat tempat-tempat pemilihan tersebut.

Sekitar lima juta kopi draft telah disebar di seluruh negeri. Berbeda dengan pemilu legislatif 30 Januari 2005, pemilihan kali ini memberikan hak memilih kepada sekitar 2 juta warga Irak yang berada di luar negeri.

Kontroversi Draft Konsitusi

Draft konstitusi tersebut masih menimbulkan polemik bahkan membelah aspirasi secara sektarian. Syiah yang mayoritas memastikan untuk “Yes”. Demikian juga dengan sekutu mereka, Kurdi. Namun, Sunni justru berlaku sebaliknya, memilih “No”.

Perjalanan konstitusi Irak memang kontroversial. Sejak konstitusi sementara (TAL – Transitional Administrative Law) yang diberlakukan resmi per 8 Maret 2004 oleh Dewan Pemerintahan Irak (IGC) di bawah PM Iyyad Allawi, publik Irak terbelah dalam menyikapinya. Syiah dan Kurdi menerima, sementara Sunni menolak. Sunni memandang TAL sebagai undang-undang kolonial. Perlu diingat, TAL dibuat oleh Noah Feldman, seorang profesor berdarah Yahudi yang bekerja di New York University.

TAL inilah yang member legitimasi pemilu legislatif 30 Januari dan referendum konstitusi permanen 15 Oktober. Pemilu legsilatif kemarin menghasilkan mayoritas aliansi Syiah-Kurdi, sementara minoritas Sunni terrepresentasi secara amat minimal.

Pembahasan draft kontitusi yang telah berjalan di parlemen selama hampir 3 bulan ternyata tidak dapat memenuhi tenggat waktu 15 Agustus. Nama negara, bentuk federal, pengaruh Islam dalam sistem negara, pembagian keuntungan minyak, hak-hak sipil menjadi faktor perdebatan yang memperpanjang pembahasan di komite perancang yang beranggotakan 71 orang.

Penambahan waktu selama seminggu dan 4 hari belum dapat menuntaskan pembahasan. Lalu, pada tanggal 27 Agustus, para wakil Syiah-Kurdi mengacuhkan 15 orang wakil Sunni dan mem-by pass komite perancang dengan menyerahkan draft kepada parlemen. Parlemen kemudian memutuskannya sebagai draft yang akan direferendumkan. Sunni marah dan pada sebuah konferensi pers meminta PBB dan Liga Arab melakukan intervensi (CNN, 28/08/05). Sunni juga menganggap draft itu sebagai dokumen illegal.

Kepentingan Minoritas Sunni

Pada detik-detik akhir pembahasan draft, perdebatan antara Syiah-Kurdi dengan Sunni mengerucut pada dua hal: bentuk federal, pembagian keuntungan minyak, dan de-Baathisasi. Bagi Sunni, bentuk federal hanya membuat Irak menjadi lemah. Terlebih lagi, federalis makin memperkuat sentimen primordial di antara rakyat Irak sendiri.

Wacana federal bergulir semenjak Kurdi menguasai wilayah utara Irak dengan leluasa. Dengan bantuan AS dan Inggris yang menetapkan zona larangan terbang (no fly zone) di utara dan selatan Irak pasca kegagalan Irak menginvasi Kuwait, Kurdi dengan leluasa mengambil alih satu demi satu kota-kota di belahan utara. Akibatnya, Kurdi menjadi mayoritas di tiga provinsi: Dohuk, Erbil, dan Sulaymaniya.

Hal yang sama diinginkan oleh Syiah yang menjadi mayoritas di bagian selatan. Syiah yang menderita di bawah perlakuan kejam rezim Saddam menuntut pemerintahan otonom di bagian selatan. Keinginan ini telah dilontarkan Abdul Aziz Hakim, ketua Dewan Tertinggi Revolusi Islam Iraq (SCIRI) pada saat pembahasan draft. SCIRI merupakan faksi terbesar di kalangan Syiah.

Yang membuat Sunni gundah, wilayah utara dan selatan merupakan wilayah kaya minyak. Kirkuk di utara dan Basra di selatan merupakan pusat pengeboran minyak Irak. Ironisnya, bagian tengah yang notabene ditinggali Sunni merupakan wilayah yang miskin minyak. Oleh karenanya dengan bentuk federal, hanya akan membuat kaya pemerintahan lokal Syiah dan Kurdi, sementara Sunni merana.

Meskipun di dalam draft (artikel 10) memuat ketentuan bahwa minyak merupakan milik bersama dan oleh karenya harus dibagi secara adil berdasarkan populasi di tiap propinsi, tidak terdapat kejelasan berapa besarnya komposisi pembagiannya.

Tentang de-Baathisasi (artikel 7), sudah menjadi rahasia umum jika Baath, partainya Saddam, diikuti oleh kebanyakan orang Sunni. Jika ini diberlakukan, tidak ada orang Sunni yang bisa berpartisipasi dalam kegiatan bernegera. Belakangan, aturan ini diperlunak menjadi hanya untuk
anggota Baath yang terlibat tindakan kriminal.

Dua Skenario

Dengan kenyataan seperti itu, ada dua skenario yang termungkinkan. Pertama, warga Sunni akan mengikuti pemilihan namun dengan tujuan “No”. Itu berarti menggagalkan referendum. Berdasarkan TAL (Artukel 61 ayat C), refendum dapat digagalkan oleh 2/3 suara yang menjadi mayoritas di minimal 3 propinsi. Sunni sendiri menjadi mayoritas di empat propinsi: Ninawa, Anbar, Baghdad, dan Salahudin.

Warga Sunni menyadari kesalahah mereka ketika memboikot pemilu legislatif 30 Januari kemarin. Sebagai akibat boikot itu, parlemen dapat dikuasai oleh aliansi Syiah-Kurdi. Oleh karena itu pada pemilihan kali ini mereka memastikan diri akan datang.

Jika skenario ini berhasil, parlemen akan jatuh. Pemilu untuk memilih anggota parlemen sementara diadakan maksimal pada 15 Desember 2005. Lalu pembentukan eksekutif lagi. Draft konstitusi harus diselesaikan pada 15 Agustus 2006 dan direferendumkan untuk kedua kali pada 15 Oktober 2006.

Yang menjadi pertanyaan krusial; bagaimana jika referendum kedua kembali gagal? Tidak ada seorang pun yang bisa menjawab ini karena dalam TAL sendiri tidak ada aturan mengenai itu.

Skenario kedua, referendum berhasil meskipun Sunni berpartisipasi di dalamnya dan memilih “No”. Tindakan berani Syiah-Kurdi mem-by pass didasarkan perhitungan matang. Sunni memang mayoritas di empat propinsi tetapi tidak terlalu besar di Ninawa dan Baghdad. Di Ninawa ada populasi Kurdi yang cukup besar, sementara di Baghdad ada juga Syiah dalam jumlah banyak.

Namun, ada satu hal yang dilupakan oleh Syiah-Kurdi. Syiah di Baghdad mempunyai afiliasi lain. Mereka memang Syiah tetapi lebih bersimpati dan loyal pada Moqtada al Sadr.

Faktor Moqtada Al Sadr

Dibandingkan dengan Sunni yang lebih solid meskipun minoritas, Syiah terbagi menjadi 3 faksi besar. SCIRI, Partai Dawa (Partainya PM Ibrahim al Jaafari), dan faksi Moqtada al Sadr. Ketiga bersatu suara dalam pemilu legislatif kemarin. Kini, tidak lagi. Aliansi SCIRI dan Partai Dawa mendukung draft konstitusi, faksi Moqtada al Sadr justru menolaknya.

Moqtada al Sadr adalah tokoh Syiah yang mencuat namanya ketika paramiliter pendukungnya, Tentara Mahdi, bentrok dengan tentara AS pada Maret-April 2004. Betapa serunya bentrokan tersebut, sehingga menuntut pemimpin besar Syiah Irak, Ayatollah Ali Sistani, turun tangan sebanyak dua kali. Moqtada al Sadr menjadi ikon perlawanan di mata warga Irak yang membenci pendudukan (BBC, 27/08/04)

Sabtu (08/10/05) kemarin Sadr sendiri memberikan intruksi langsung kepada pendukung di Masjid Basra untuk menolak referendum dengan memilih “No”. Jauh sebelumnya, pada 26 Agustus, sekitar seratus ribu pendukung Sadr di Baghdad dan kota-kota lain berdemo menentang draft konstitusi.

Ada dugaan, Moqtada al Sadr sudah menjalin kesepakatan dengan pihak Sunni sudah sejak lama, sekitar Januari 2005 (Adam Wolfe, The Implications of Iraq’s Proposed Constitution, pinr.org, 31/09/05)

Jika instruksi Sadr itu berjalan, bisa dipastikan Syiah di Bahgdad bersama Sunni akan memilih “No”. Bila itu terjadi, tercapailah syarat menggagalkan referedum.

Advertisements

0 Responses to “REFERENDUM KONSTITUTI IRAK 15 OKTOBER 2005”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 176,294 hits
August 2007
M T W T F S S
« Jan   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Add to Technorati Favorites

%d bloggers like this: