18
Aug
07

MEMBACA PESAN LATIHAN MILITER CHINA-RUSIA

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Untuk pertama kali dalam sejarah, Rusia dan China mengadakan latihan militer bersama (joint militray exercises). Latihan dengan nama “Misi Perdamaian 2005 yang diselenggarakan selama seminggu (18-25 Agustus) itu diikuti sekitar 10 ribu tentara (8200 tentara China dan 1200 tentara Rusia) serta 140 kapal perang.

Medan perang simulasinya meliputi Semenanjung Jiadong dan Laut Kuning, termasuk pangkalan Armada Pasifik Rusia Vladivostok. Jiadong menjadi alternatif setelah pilihan tempat Xinjian dan Zhejiang (bersebelahan dengan Taiwan) ditolak karena dianggap terlalu provokatif.

Meskipun nominal partisipasinya sedikit, Rusia mengikutsertakan mesin-mesin perang yang berteknologi canggih, seperti TU 22M3 Bear dan TU 95S Backfire. TU 22M3 merupakan pesawat pembom jarak jauh, sementara TU95S merupakan pembom strategis. Kedua mampu membawa bom konvensional dan bom nuklir. Rusia juga melibat pesawat tempur Sukhoi 27SM yang dipersenjatai dengan rudal udara ke permukaan (air to surface) AS-15. AS-15 didesain khusus untuk menghancurkan kapal perang dalam jangkauan 3000 km.

Unit-unit Armada Pasifik Rusia meliputi kapal serbu BDK-11, kapal antikapal selam Marshal Shaposhnikov, dan destroyer Burny bergabung dengan armada China dalam simulasi invasi melalui pendaratan amphibi di pantai-pantai Jiadong.

Kedua negara melalui Jenderal Liang Guanglie dan Jenderal Yurii Baluyevskii mengganggap latihan bersama itu sebagai usaha menguatkan kapabilitas militer dan melindungi stabilitas keamanan regional mereka. Baluyevskii menambahkan sebagai kesiapan menghadapi perubahan-perubahan Asia Tengah dan dunia.

Bagi Rusia sendiri, latihan itu bisa dijadikan media promosi efektif bagi industri persenjataannya. Rusia juga ingin menunjukkan pada dunia bahwa mereka masih mampu memproduksi mesin-mesin perang canggih. Dan China dengan anggaran militer 30 miliar dolar (dicanangkan pada 4 Maret 2005) merupakan pasar yang potensial karena pada saat yang sama, China ingin memperkuat militernya. Di samping itu, Rusia ingin menegaskan dukungan terhadap One China Policy melalui latihan perang itu.

Setelah usaha Uni Eropa untuk menembus embargo senjata mengalami kegagalan karena ditentang keras AS, China terpaksa menoleh kepada kawan seideologi, yakni Rusia. Senjata-senjata produksi Rusia cukup mumpuni menambah kapabalitas militer China. Jauh hari sebelumnya, Rusia telah menjual mesin-mesin perang canggih semacam destroyer kelas Sovremenny, kapal selam kelas KILO, dan pesawat Sukhoi 27 dan 30 (Erich Marquardt, Taking the Initiative: Washington in Central Asia, The Power and Interest News Report, 18/09/03). Ekspansi kekuatan militer merupakan cara terbaik bagi China untuk memperkuat posisi bargaining di Asia Tengah dan Timur Jauh.

China, secara khusus, ingin lebih familar dengan teknologi Rusia. Kelihatnnya, China ingin memperkuat armada lautnya jika melihat tipe-tipe persenjataan yang digunakan dalam latihan perang bersama itu. Kekuatan laut menjadi sangat penting mengingat rival-rival utama China berada di seberang lautan. Terlebih lagi dengan AS yang memiliki sembilan armada tempur laut.

Latihan perang itu juga menjadi unjuk kekuatan (show of force) kepada Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan yang acapkali bersatu melawan kepentingan China.

Rivalitas di Asia Tengah

Kerjasama kedua negara besar itu bisa diapresiasikan sebagai usaha menampilkan kekuatan alternatif dunia. Selain sebagai tanda kepercayaan dan persahabatan bagi aliansi kedua negara tersebut, latihan militer itu merupakan tanda peringatan bagi Amerika Serikat (AS) (Philip Bowring, Russian-Chinese maneuvers send a message, International Herald Tribune, 20/08/05). Masa hegemoni dan unilateral akan segera berakhir.

Secara geopolitik, China dan Rusia ingin membatasi eksistensi AS di Asia Tengah. Bagi mereka, kehadiran AS di wilayah strategis ini tidak dapat ditolerir lagi. Indikasi keterlibatan AS dalam pergantian rezim di Georgia (Revolusi Tulip), Ukraina (Revolusi Orange) dan Kyrgystan (Revolusi Merah Muda) membuat mereka menyadari tujuan sebenarnya AS.
Lahirnya Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) yang digalang Beijing-Moskow didasari atas ketidaksukaan terhadap intervensi politik AS. Pada pertemuan Juli lalu di Kazakhstan, SCO meminta AS agar menetapkan deadline penggunaan fasilitas militernya di Asia Tengah. AS memiliki pangkalan militer di Uzbekistan, Tajikistan, dan Kyrgystan. Ketiga pangkalan itu menopang operasi AS dan NATO di Irak dan Afghanistan. Latihan Misi Perdamaian 2005 itu sendiri merupakan kelanjutan latihan anti terorisme di Kyrgyzstan (2002), Kazakhstan (2003),dan China (2003).

Sebelum itu, yakni pasca 9/11, China dan Rusia “membiarkan” operasi AS karena irisan kepentingan yang sama; membatasi fundamentalisme Islam Asia Tengah, termasuk Taliban dan Al Qaeda (Ebon Lee, Central Asia’s Balancing Act Between Terrorism and Interventionism, The Harvard International Review 2005). AS, Rusia, dan China memiliki kepentingan bersama (common interest) dalam Global War on Terrorism (GWOT) jika substansi GWOT ditujukan menekan ekskalasi militan Islam. Rusia memiliki konflik dengan Muslim Chechnya. China pun bermasalah dengan daerah utara (Muslim Xinjiang) yang terus bergolak.

Pemantauan AS

Latihan militer ini menarik perhatian negara-negara tetangga sekitar seperti Jepang dan Taiwan. Amerika Serikat (AS) yang turut berkepentingan, mengamati dengan seksama latihan itu. Hubungan Beijing dengan Moskow yang semakin erat mengkhawatirkan Washington, terutama bila Moskow mentransfer teknologi militernya. Menteri pertahanan AS Donald Rumsfeld seringkali menyatakan keprihatinannya menyikapi perkembangan hubungan kedua negara besar tersebut (The US is wary of China’s military ties with Russia, Aljazeera, 20/07/05).

Jepang dan Taiwan menyatakan juga kekhawatirannya. Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan merupakan sekutu-sekutu AS di kawasan Pasifik dan Asia Timur. Ketiganya memiliki perjanjian dengan AS untuk saling membantu dalam bila salah satu negara terlibat perang. Bahkan, AS juga menempatkan sejumlah pasukan di Jepang dan Korea Selatan untuk batas waktu tak terhingga.

Reorientasi kebijakan luar negeri China pasca 1990-an yang kini bertumpu pada keamanan bersama (common security) dan kerjasama global (globalized cooperation) (Yong Deng dan Thomas G. Moore, China Views Globalization: Toward a New Great Power Politics, The Washington Quarterly Summer 2004) mengharuskan China mencari teman seiring dalam vis a vis dengan unilateralisme AS.

Presiden China Jiang Zemin menyatakan dalam koran Xinhua (10/04/02), “Hanya dengan penguatan kerjasama internasional, kita dapat berhubungan efektif dalam menghadapi tantangan keamanan dunia.”

Advertisements

22 Responses to “MEMBACA PESAN LATIHAN MILITER CHINA-RUSIA”


  1. June 25, 2008 at 1:07 am

    Lalu, amerika gimana yak? Apa nggak latihan juga sama taiwan? 😀

  2. 2 bisma
    August 29, 2008 at 2:48 am

    mana tentang kajian tentang politik luar negerinya nih…

  3. 3 randy HI
    September 3, 2008 at 9:00 pm

    sudah saatnya dunia memiliki keseimbangan kekuasaan (balance of power)
    dulu AS dan Uni soviet
    kini AS dengan CINA n Rusia

    hal ini mencegah arogansi AS d dunia internasional

  4. 4 Vq kemanggisan
    September 18, 2008 at 9:55 am

    Betul Amerika harus di cegah, jangan sampe die kebablasan NGINJEK negara laen yang berdaulat kaya IRAK & AFGHANISTAN, untuk Indonesia cepat bergerak, jangan sampe Amerika menginjak mu walaupun Amerika sendiri ngga terlalu berani nyerang Indonesia , karena dari geografis aje susah, hutan banyak, tentara cadangan banyak (FPI, FBR, FORKABI, Gerakan Pemuda Ka’bah, dll), dukun banyak, hewannye serem2, militan, kejem (kaya Ryan cs), kanibal (sumanto cs), pemberontaknye banyak, kejadian alam yang belum ditanganin, dan itu semua modal supaya Indonesia ngga di injek2 ama Amerika, dan bisa memabangun Indonesia untuk lebih mandiri seperti IRAN, ayo Indonesia kamu bangkit, bangkitlah dari keterpurukan mu, SDM banyak, kenapa tidak kau gunakan untuk kemajuan bangsa ini, kekayaan alam banyak, apa lagi yang cari Indonesia, rasa nasionalis mu sungguh besar (termasuk gw juga), kamu adalah calon negara besar yang saat ini masih tertidur dan bermimpi dengan kekayaan, MPR & DPR tak bisa diharapkan dengan omongan yang di janjikannya, Ayo INDONESIA kamu pasti bisa dan bangkit melebihi CHINA & INDIA saat ini, kau pasti bisa sejajar dengan Amerika (sang kolonial baru) dari segi teknologi, ekonomi, militer, saat ini banyak putra bangsa yang berprestasi di kancah Internasional. Dengan itu kau tinggal mengasah kekuatan mu Indoensia … INDONESIA BANGSAKU, RUMAH KU, TANAH AIRKU & TUMPAH DARAH KU
    MAJULAH INDONESIA KU …

    Amin

  5. 6 KAINSA
    September 19, 2008 at 1:00 am

    Terima kasih atas semua tanggapannya. Semoga Tuhan meridhoi kita.

  6. 7 kainsa
    February 6, 2009 at 2:51 am

    Bagus. Viva Indonesia.

  7. 8 NKRI harga mati
    May 19, 2009 at 3:36 am

    WOOOWWWWW ,,, kalau kaya gitu gue siap mati demi INDONESIA KITA tercinta ini ,,,, SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN ,,,, SIAPA PUN NEGARA ASING YG BERANI NGOBRAK-NGABRIK WILAYAH NKRI ….. !!!

  8. 9 kainsa
    May 22, 2009 at 1:33 am

    Siap grak!

  9. June 22, 2009 at 4:23 am

    maaf, saya kira balance of power itu perlu. namun jika ternyata yang memiliki kekuatan untuk menandingi USA itu sama2 punya track record buruk dalam hal berhubungan dengan pihak lain, saya kira hasilnya akan sama saja.

    misalnya China, dia punya sejarah sangat memusuhi etnis Uygur yang memeluk agama Islam. seringkali daerah tempat tinggal mereka dijadikan lahan uji coba senjata oleh militer china. sehingga banyak korban nyawa yang berjatuhan.

    demikian juga dengan Rusia, mereka punya catatan buruk dalam pelanggaran HAM berat di Chechnya. namun seolah luput dari perhatian dunia.

    maka di sini, yang seharusnya menjadi penanding bagi kekuatan seperti USA adalah negara2 Islam. hal ini agar bisa saling membantu jika ada negara Islam lain yang memerlukan bantuan militer.

    saat ini, Iran sudah mulai bangkit. kapan giliran Indonesia?

    nb: Pak Wawan, ana berusaha menghubungi antum tapi kok tidak bisa terus Pak? Hp ana yang lama rusak soalnya Pak. tlg hub ana di 031-78303990. jazakumuLlah khairan katsira.

  10. 11 kdk sad
    July 5, 2009 at 3:21 am

    wah kalo ampe ada negara teroris anti semit spt iran menjadi kekuatan baru maka nietzche pasti hidup lagi supaya bisa ngabarin kamu kalo TUHAN memang benar2 sudah mati…negara dng penduduk muslim msh kaya babi aja uda bikin dunia kaya neraka apalagi di kasi kekuatan bukannya tambah jadi neraka jahanam? TUHAN pasti akan memberkati negara yang masyarakatnya baik dan rajin menolong spt eropa dan AS.

  11. 12 hendro
    July 23, 2009 at 3:15 am

    dua kekuatan negara yg paling maju teknologi militernya sebgai saingan AMERIKA SERIKAT N SEBENTAR LAGI INDONESIA gabung dalam latihan militer rusia n china… !!!

  12. 13 muchlas
    October 16, 2009 at 7:10 am

    yang jelas semua pihak punya kepentingan, lha kita bangsa indonesia jg harus punya kepentingan..inisaatnya indonesia bangkit biarin mereka perang doain kalo perlu..bukankah kita dah pernah di ajari belanda tentang teori adu domba…enakan jadi penggembalanya, jadi buat bangsa indonesia mari kita provokasi tuh AS sama Rusia&china biar cepet perang.biar kita cepet maju gak ada yang ganggu..paling cuman malaisya tu dah selesailah sama suku dayak sama TKI kita tinggal kasih ssenjata.ok..kesempatan gak datang dua kali,kita gunakan sebaik-baiknya..MERDEKA….!

  13. 14 Jingga
    May 14, 2010 at 3:40 pm

    Pada Era Orde Lama Presiden kita Ir. Soekarno menjalin erat hubngan dengan Uni Soviet (sekarang Rusia),Indonesia pada masa itu sangat disegani karena memiliki alat tempur yang canggih dan termodern pada masa itu, sampai2 Australia dan negara ASEAN takut dengan Indonesia.
    Pada jaman Orde Baru Soeharto (laknatullah) menjalin kerjasama dengan Amerika dalam bnyk bidang termasuk bidang militer. Hasilnya???Negara carut marut, perlengkapan militer yg cacad digunakan sampai2 malingshit (aka Malaysia) berani bacod sama indonesia dll…
    jika terjadi perang antara Rusia versus Amerika sudah pasti Amerika KALAH.
    Amerika kan cuma banyak bacod dan fitnah serta propaganda berita yg dibesar2kan…

  14. 15 istnar
    May 17, 2010 at 6:31 am

    nama pesawatnya terbalik mas, tu 22 itu backfire,pembom strategis jarak menengah, sedang tu 95 bear pembom strategis jarak jauh dengan spesifikasi senjata berhulu ledak nuklir

  15. 16 Fate
    September 7, 2010 at 11:38 am

    sekarang waktunya Indonesia mengumpulkan para Mahasiswa terutama alumnus teknologi untuk segera membuat peralatan canggih kan udah banyak belajar dari negara lain….. meski plagiat tapi plagiat teknologi apa salahnya??? Buat kekuatan Indonesia……. Daripada para cendekiawan kita cuma berceloteh aja…….. NKRI Harga Mati……

  16. 17 Agust
    September 17, 2010 at 11:24 am

    Seharusnya pemerintah indonesia menjalin hubungan baik dgn rusia&china.
    Bahkan rusia dan china bsa jdi sekutu indonesia.
    Jgn provokasi donk, mentang2 negara qta negara islam lalu benci dgn cina dan rusia… Makanya ngara islam tdak bsa maju.
    Iran maju krena iran sekutu cina. . Jgn gila lah mau benci sama rusia dan cina.

  17. November 5, 2010 at 3:54 am

    G setuju ama agust. As itu negara penindas yg lemah. Masa korut, iran pnya nuklir gak boleh? Sdangkan as nuklirny byk.
    Terus venezuela,iran,korut d embargo trus ama as. Dan hasilnya, , malah sangat membantu china, , china makin erat dengan negara yg tertindas, , , oleh as. Skr venezuela bersekutu dgn china, , liat aja, , , bbrapa puluh tahun ke depan venezuela jdi maju kayak iran.
    Aku orang china d indo, , rela mati demi NKRI bila bersekutu dgn china dan rusia.
    Maju indonesia ku.

  18. 19 Anonymous
    October 14, 2011 at 6:58 am

    sebaiknya amerika dilenyapkan dari muka bumi! negara pengacau suka aduu domba berani keroyokan ndak jantan!

  19. 20 wahid
    October 29, 2011 at 1:26 pm

    saya pikir amerika adalah negara kuat tapi setelah dikaji ternyata negara boneka

  20. 21 David Hamonangan Gultom
    December 1, 2013 at 5:55 am

    Hai KOMUNISME(Federasi Rusia dan RRC) kamu tidak dapat melawan Amerika, karena kamu adalah PECUNDANG!!!!!!!!! dari kecil saja sudah penganut ATHEISME hahahahahahahahahaha seperti Palestina. Saudaranya(BOSNIA DAN HERZEGOVINA).

  21. February 21, 2014 at 6:57 am

    Great posting. I became reviewing continuously that blog site that i’m influenced! Very helpful information and facts particularly the actual ending component 🙂 We tackle such information a great deal. I’m in search of this specific information for the really extended time. Thanks a lot as well as all the best.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 176,304 hits
August 2007
M T W T F S S
« Jan   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Add to Technorati Favorites

%d bloggers like this: