Archive for December, 2007

30
Dec
07

Mencari Pahlawan Indonesia (38)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 38: Jebakan Massa

Para pahlawan mukmin sejati selalu mempunyai penglihatan mata hati yang tajam, yang senantiasa membantunya memantau dan mendeteksi setiap jebakan yang dapai menghancurkan kepahlawanannya, atau mengalihkan arah hidupnya dari jalan kepahlawanan.

Karya-karya besar, atau sukses-sukses besar yang menyejarahkan seorang pahlawan adalah gabungan karya-karya kecil, atau sukses-sukses kecil yang terakumulasi di sepanjang jalan hidup seorang pahlawan. Proses menyejarah, dengan demikian, menemukan kerumitan yang kompleks pada dimensi waktu, terutama ketika ia berhubungan dengan persoalan konsistensi, atau pada peniiaian yang kita lakukan terhadap karya-karya kita sendiri.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (38)’

Advertisements
29
Dec
07

Mencari Pahlawan Indonesia (37)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 37: Kepahlawanan Kolekfif

Ada satu kesalahan yang sering kita lakukan ketika membaca biografi para pahlawan. Kita selalu membayangkan bahwa para pahlawan itu relatif berbeda dengan orang-orang biasa. Bayangan itu tidak sepenuhnya salah. Namun, biasanya anggapan itu menjadi salah ketika sebuah karya sejarah kemudian dinisbatkan secara latah kepada satu orang pahlawan, padahal sebenarnya pahlawan yang kita elu-elukan itu mungkin hanya memberikan sentuhan akhir.

Dalam pembacaan seperti ini, ada banyak peran dan pelaku sejarah yang terlupakan, atau mengalami semacam marginalisasi sejarah. Misalnya, ketika kita menempatkan Shalahuddin al-Ayyubi sebagai tokoh kunci, yang relatif bersifat tunggal, dalam menghadapi Pasukan Salib. Padahal, Pasukan Salib telah menguasai Al-Quds selama sekitar 90 tahun, dan sepanjang tahun-tahun itu ada banyak perlawanan di sana-sini. Ada banyak gerakan dakwah dan penyadaran sosial, ada banyak tokoh yang turut mengkondisikan situasi kemenangan, yang kemudian diselesaikan secara gemilang oleh Sholahuddin Al-Ayyubi. Yang disebut terakhir ini bahkan sebenarnya berasal dari Pasukan Mahmud Nuruddin Zanki, yang menguasai wilayah Syam, sebelum kemudian pindah ke Mesir dan memulai segalanya dari sana. Jadi, kemenangan dalam Perang Salib adalah karya beberapa generasi, bukan karya Sholahuddin Al-Ayyubi sendiri.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (37)’

27
Dec
07

Mencari Pahlawan Indonesia (36)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 36: Sukses Kecil ke Sukses Besar

Tiga komandan pasukan dalam Perang Mu’tah itu berguguran sebagai syuhada, Zaid Bin Haritsah, Ja’far Bin Abi Thalib, dan Abdullah Bin Rawahah. Pasukan muslim yang berjumlah sekitar 3000 orang memang tampak tidak seimbang ketika harus berhadapan dengan 200.000 orang dari Pasukan Romawi yang dipimpin langsung oleh raja mereka, Heraclius.

Kelihatannya, Rasulullah saw sudah meramalkan kejadian itu. Maka, beliau berpesan kepada pasukan ini, apabila ketiga komandan mereka gugur, maka mereka harus memilih seorang komandan baru di antara mereka. Dan yang dipilih oleh kaum muslimin ketika itu adalah Khalid Bin Walid.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (36)’

26
Dec
07

Mencari Pahlawan Indonesia (35)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 35: Apresiasi

Para pahlawan mukmin sejati menyimpan kelembutan di dalam hatinya: yang membuat nuraninya senantiasa bergetar setiap kali ia menyaksikan berbagai peristiwa kehidupan yang mengharu biru; yang membuat semangatnya menggelora setiap kali ia menghadapi tantangan dan panggilan kepahlawanan; yang membuat kesedihannya menyayat jiwa setiap kali ia menyaksikan kezaliman, kepapaan dan kenestapaan; yang membuat kerinduannya mendayu-dayu setiap kali ia diingatkan pada cita-citanya.

Kelembutan jiwa membuat para pahlawan mukmin sejati senantiasa terpaut dalam pusaran kehidupan, terlibat di kedalaman batinnya, merasakan sentuhan alam, mendengar jeritan nurani kemanusiaan, dan memahami harapan-harapannya. Itulah sebabnya mereka selalu terjalin secara emosional dengan kehidupan yang mereka lalui. Mereka merasakan setiap detik dari perjalanan hidup mereka.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (35)’

25
Dec
07

Mencari Pahlawan Indonesia (34)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 34: Pahlawan Melankolik

Kemanjaan. Itu sifat yang natural yang banyak ditemukan dalam kehidupan pribadi pahlawan mukmin sejati. Akan tetapi, itu berbeda dengan sifat melankolik, semacam kelemahan emosional yang membuat seorang pahlawan terkalahkan oleh dorongan-dorongan emosinya, seperti cinta dan benci, yang setiap saat dapat mengalihkan arah hidupnya. Di sini, cinta itu tidak menjadi sumber energi jiwa, tetapi berubah menjadi beban yang boleh jadi dapat mencabut karunia kepahlawanan yang telah disiapkan untuknya.

Tampaknya inilah rahasia besar di balik peringatan Allah SWT dalam Al-Quran, bahwa istri, anak-anak, orang tua, atau siapa saja yang kita cintai, setiap saai dapat menjadi musuh bagi kita. Mungkin, bukan dalam bentuk permusuhan langsung, tetapi bisa juga dalam bentuk cinta yang berlebihan, yang berkembang sedemikian rupa menjadi ketergantungan jiwa.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (34)’

24
Dec
07

Mencari Pahlawan Indonesia (33)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 33: Kemanjaan

Jika kita hanya membaca biografi pahlawan, atau mendengar cerita kepahlawanan dari seseorang yang belum pernah kita lihat, barangkali imajinasi yang tersusun dalam benak kita tentang pahlawan itu akan berbeda dengan kenyataannya. Itu berlaku untuk lukisan fisiknya, juga untuk lukisan emosionalnya.

Abul Hasan Ali Al-Hasani AI-Nadwi, yang tinggai di anak Benua India, telah membaca tulisan-tulisan Sayyid Quthub, yang tinggal di Mesir. Tulisan-tulisannya memuat gagasan-gagasan yang kuat, solid, atraktif, berani, dan terasa sangat keras. Barangkali bukan merupakan suatu kesalahan, bila dengan tanpa alasan kita membuat korelasi antara tulisan-tulisan itu dengan posiur tubuli Sayyid Quthub. Penulisnya, seperti juga tulisannya, pastilah seorang laki-laki
bertubuh kekar, tinggi, dan besar. Itutah kesan yang terbentuk dalam benak Al-Nadwi. Akan tetapi, ketika ia berkunjung ke Mesir, ternyata ia menemukan seorang laki-laki dengan perawakan yang kurus, ceking, dan jelas tidak kekar.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (33)’

23
Dec
07

Mencari Pahlawan Indonesia (32)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 32: Setelah Legenda

Ahmad Syah Masoud. Singa Lembah Panshir itu adalah legenda yang tidak terlupakan dalam sejarah jihad di Afghanistan. Ada banyak bintang di langit jihad Afganistan saat para mujahidin yang papa mengusir Pasukan Beruang Merah Uni Soviet dari negeri mereka, atau bahkan menjadi sebab keruntuhan imperium itu beberapa tahun kemudian, tetapi bintang Ahmad Syah Masoud, mungkin yang paling terang di antara semua bintang.

Ketika beliau syahid beberapa waktu lalu, di penggalan terakhir dari pemerintahan Taliban, atau sebelum invasi Amerika ke bumi jihad itu, kita semua mempunyai alasan untuk menitikkan air mata kesedihan. Sekali lagi, kesedihan. Sebagaimana kesedihan yang dirasakan wanita-wanita Madinah ketika mereka mendengar berita kematian Khalid bin Walid di Syam. Sebab, orang-orang seperti mereka itu memang layak ditangisi. Sebab, tidak banyak wanita yang bisa melahirkan laki-laki seperti mereka.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (32)’




Blog Stats

  • 175,606 hits

Top Clicks

  • None
December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Add to Technorati Favorites