05
Jan
08

Mencari Pahlawan Indonesia (43)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 40: Menanti Kematangan

Ada dua kutub yang bergerak diam-diam, merangkak perlahan untuk saling bertemu, pada suatu masa tertentu, di tempat tertentu, dalam suasana dan kondisi tertentu. Itulah ledakan kepahlawanan. Kutub pertama bergerak dari dalam diri, di mana seorang pahlawan mengalami proses pematangan internal. Kutub kedua bergerak dari luar, di mana situasi dan kondisi lingkungan mengalami proses pematangan eksternal. Ledakan kepahlawanan terjadi ketika kedua kutub itu mencapai kematangannya.

Menanti saat-saat kematangan seorang pahlawan sama seperti menanti kematangan buah di pohon. Jika Anda memetiknya sebelum waktunya, buah itu tidak akan terlalu lezat. Namun, jika anda memetiknya tepat pada waktu kematangannya, maka anda akan merasa-kan kelezatan yang tiada tara.

Sultan Murad telah mengangkat puteranya, Muhammad, yang kemudian dikenal dengan nama Muhammad Al-Fatih Murad, sebagai raja ketika ia masih berusia 16 tahun. Saat itu, kerajaan mengalami goncangan instabilitas yang hebat di dalam negeri. Pemuda yang berbakat itu ternyata belum saat memimpin.

Akhirnya, sang ayah mengambil-alih kepemimpinan dari sang putera. Akan tetapi, proses pematangan ternyata hanya membutuhkan waktu beberapa tahun lamanya. Di atas usia 20 tahun, Muhammad Al-Fatih kembali memimpin. Tepat ketika ia berusia 23 tahun, sang pahlawan telah mewujudkan mimpi 8 abad umat Islam: mimpi membebaskan Konstantinopel.

Agaknya inilah rahasia yang menjelaskan, mengapa Allah SWT selalu menanti saat-saat kematangan seseorang, sebelum kemudian diangkat menjadi nabi atau rasul. Sebagaimana tugas dan peran kenabian, peran pahlawan hanya dapat diemban oleh mereka yang memenuhi syarat-syaratnya.

Akan tetapi, perjalanan menuju kematangan terkadang sangat panjang dan berliku. Bahkan, ada kalanya dilalui dalam lumpur yang berbau. Namun mungkin, Allah SWT telah menggariskan bahwa sebagian proses kematangan memang harus dilalui di sana.

Hasan Al Banna dan Sayyid Qutb lahir pada waktu yang hampir bersamaan. Menyelesaikan pendidikan tinggi pada universitas yang sama, pada angkatan yang sama, dengan jurusan yang berbeda. Al-Banna di jurusan Ilmu Pendidikan, sedangkan Sayyid Quthb di jurusan Sastra Arab.

Setelah tamat, Al-Banna langsung mendirikan Ikhwanul Muslimin, sementara Sayyid Quthb justru malang melintang dalam belantara pemikiran jahiliyah moderen yang kompleks. Dua puluh tahun kemudian, Sayyid Quthb mendengar berita penembakan Al-Banna di Kairo dari pembaringannya di salah satu rumah sakit Amerika Serikat. Namun, saat itulah ia mendeklarasikan dirinya sebagai pengikut dan anggota Ikhwanul Muslimin, justru ketika CIA sedang berusaha merekrutnya untuk ditugaskan sebagai pemimpin Mesir.

Dua tokoh itu tidak pernah bertemu, walaupun pernah saling mendengarkan. Suatu saat, salah seorang murid Hasan Al-Banna hendak membantah tulisan Sayyid Quthb yang ingin mengembangkan hedonisme dan kebebasan sampai kepada ketelanjangan. Tapi, Al-Banna mencegahnya dengan berbagai alasan. Al-Banna kemudian berkata sembari meramal, “Tapi, aku melihat ia (Sayyid Quthb) adalah seorang pemuda yang penuh semangat.”

Dan, semangatnya itulah yang kemudian membawanya ke tiang gantungan. Dua tokoh itu menemui takdir yang sama sebagai syahid, dengan liku-liku perjalanan yang sangat berbeda. Saat kematangan setiap pahlawan selalu datang dengan caranya sendiri.


0 Responses to “Mencari Pahlawan Indonesia (43)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 169,073 hits

Top Clicks

  • None
January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Add to Technorati Favorites

%d bloggers like this: