24
Jan
08

Mencari Pahlawan Indonesia (57)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 57: Harta bagi Pahlawan

Jika perempuan menempati ruang yang begitu luas dalam jiwa para pahlawan, seperti apakah ruang yang ditempati oleh harta dalam diri mereka? Apakah yang dapat dijelaskan oleh harta tentang mereka?

Kepahlawan tercipta di dunia materi. Kepahlawanan tidak tercipta di dunia maya; Anda tidak benar-benar menjadi petarung yang hebat hanya karena anda mengalahkan semua musuh Anda dalam mimpi atau dalam video-game. Maka, kisah kepahlawanan segera bersentuhan dengan harta begitu ia memasuki dunia materi, dunia nyata.

Sisi materi adalah fakta yang memenuhi setengah dari ruang kepribadian dan kehidupan kita. Rasulullah saw menegaskan fakta ini ketika beliau mengatakan bahwa nama yang paling sesuai dengan tabiat manusia adalah Harits (pembajak tanah) dan Hammam (yang ambisius). Yang pertama menunjukkan tindakan, yang kedua menunjukkan energi yang melahirkan tindakan. Keduanya bertemu padu pada wilayah materi.

Harta bukanlah tujuan kepahlawanan. Tapi harta adalah sumber daya yang menggambarkan-secara kasal mata-berapa banyak sarana yang dimiliki seorang pahlawan untuk merealisasikan kepahlawanannya. Besaran cita-cita kepahlawanan seseorang haruslah sama dengan besaran sarana materi yang diperlukan untuk mewujudkannya.

Maka, harta-pada dirinya sendiri-tidaklah menunjukkan kepahlawanan seseorang. Harta menjelaskan sumber daya yang dimiliki seorang pahlawan untuk mewujudkan rencana kepahlawanannya; sesuatu yang membedakan pahlawan pemimpi dengan pahlawan sebenarnya. Jadi, penguasaan atas harta adalah penguasaan atas sumber daya kepahlawanan, maka harta mempakan indikator keberdayaan yang penting.

Harta tidak dengan sendirinya menjadikan mereka pahlawan. Tapi harta itu adalah indikator keberdayaan; sesuatu yang menjelaskan sinergi antara kehendak dan kemampuan, antara target dan sarana; sesuatu yang menjelaskan bahwa hampir tak ada jarak antara apa yang diinginkan seorang pahlawan, dengan apa yang dapat dilakukannya.

Itulah hakikat yang menjelaskan sabda Rasulullah saw, bahwa tidak ada lagi nabi yang diutus setelah Nabi Syu’aib, melainkan ia pasti berasal dari keluarga besar yang kaya. Itulah hakikat yang menjelaskan mengapa masyarakat pebisnis masyarakat Arab Quraisy yang dipilih sebagai komunitas pembawa risalah kenabian yang terakhir. Itulah hakikat yang menjelaskan mengapa sebagian besar pembesar-pembesar sahabat Rasulullah saw adalah pebisnis-pebisnis kaya. Itulah hakikat yang menjeiaskan mengapa Nabi terakhir dipilih dari komunitas pebisnis.

Osama adalah nama lain zaman ini. Tapi takutkah Amcrika pada kekayaan Osama bin Laden? Bukan! Bukan itu yang mereka takuti! Mereka takut kepada apa yang dapat dilakukan Osama dengan kekayaan itu. Ada banyak orang yang jauh lebih kaya dari Osama, tapi Amerika tidak pernah takut kepada mereka.

Cerita kepahlawanan yang dapat dijelaskan olch harta adalah seberapa berdaya ia dengan kekayaan itu. Bukan berapa banyak yang ia miliki.


0 Responses to “Mencari Pahlawan Indonesia (57)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 168,926 hits
January 2008
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Add to Technorati Favorites

%d bloggers like this: