13
Feb
08

Mencari Pahlawan Indonesia (74)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 74: Sang Guru

Tergagap aku. Itu kali pertama aku berdiri di depan makammu. Semua doanya sudah kuhafal. Tetap saja aku tergagap. Hanya butir-butir waktu seribu lima ratus tahun yang terangkai-rangkai dalam untaian tari di pelataran kalbu. Sebab serumulah yang membawaku kesini.

Berdirilah, saudaraku! Beri hormat pada lelaki ini. Berdirilah! Ucapkan selawat untuknya. Dialah tuan seluruh anak cucu Adam. Dialah pemimpin semua nabi dan rasul. Dialah yang hadir di penghujung sejarah Persi dan Romawi, waktu kedua imperium itu mendekati jurang. Dialah yang menyelamatkan umat manusia dari kehancuran.

Dialah sang guru. Coba cari semua sisi kepahlawanan pada semua pahlawan yang pernah mengisi ruang sejarah. Kumpulkan semuanya. Nanti kau temukan semua itu dalam diri sang guru yang terbaring lenang di hadapanku ini: kebaikan yang berserakan pada seluruh pahlawan menyatu ajek dalam dirinya sendiri.

Sendiri pada mulanya ia menyeru. Lalu ada lebih seratus ribu sahabat yang ia tinggalkan saat wafat. Sendiri pada mulanya ia melawan. Lantas ada enam puluh delapan pertempuran yang ia komandat. Tak punya apa-apa ia saat lahir. Lalu ada kekuasaan yang meliputi seluruh jazirah Arab yang ia wariskan saat wafat.

Tapi apa yang lebih agung dari itu adalah seruannya: sampai juga akhirnya cahaya itu kepada kita. Sekarang ada lebih dari satu koma tiga milyar manusia muslim yang menyebut namanya setiap saat. Seperti kakeknya, Ibrahim, yang pernah berdoa: hadirkanlah segenap jiwa mukmin ke rumah-Mu ini ya Allah! Seperti itu juga ia berseru: jumlahmu yang banyak itulah kebanggaanku di hari kiamat.

Cintalah itu sebabnya. Ia mencintai semua manusia. la mau melakukan apa pun untuk menghadirkan damai, selamat dan bahagia bagi manusia. Cintalah yang membuatnya mampu menampung segala keluh dalam hatinya. Di hatinya yang lapang kau boleh menumpahkan semua keluh dan harapmu. Makin lama kau di sisinya, makin dalam cintamu padanya. Waktulah yang membuka tabir keagungannya satu-satu padamu.

Mungkin bukan itu benar yang membuatnya jadi teramat agung. Ada yang iebih agung dari sekedar Hu. Dia bukan hanya hebat. Bukan hanya pahlawan. Dia juga melahirkan banyak pahlawan. Dia tidak hanya menjadi sesuatu. Dia juga menjadikan orang lain di sekitarnya sesuatu. Orang lain hanya jadi pahlawan. Orang-orang di sekelilingnya hanya mencatat kepahlawanannya. Mereka tidak jadi apa-apa.

Bangkit di tengah orang-orang buta huruf, berserakan, nomaden, tidaklah mudah meyakinkan mereka menerima cahaya yang ia bawa. Menyatukan mereka apalagi. Menjadikan mereka pemimpin apalagi. Tapi begitulah kejadiannya: ia merakit kembali kepribadian mereka. Menyatukan mereka. Lalu jadilah para penggembala kambing itu pemimpin-pemimpin dunia. Pada mulanya adalah embun. Laut kemudian akhirnya. Dari embun ke laut: terbentang riwayat kepahlawanan yang agung. Takkan terulang.

Advertisements

4 Responses to “Mencari Pahlawan Indonesia (74)”


  1. February 14, 2008 at 12:22 pm

    wah ceramahnya ustad anis semua disini… 🙂

  2. 2 kainsa
    February 14, 2008 at 11:25 pm

    ya…mbak. Terima kasih atas kemampirannya di sini. Insyaallah, saya berkunjung ke blog-e mbak.

  3. 3 kainsa
    February 14, 2008 at 11:32 pm

    Bukan mbak, tapi mas. Mohon maaf atas kekeliruan saya.

  4. 4 Dian Adiguna
    August 1, 2008 at 7:39 am

    Ass, syukron yah udah ngumpulin tulisan ustad anis..ane bener2 seneng..sekalian ane izin ambil tulisan2nya buat buletin FS..syukron jzk wass


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 173,355 hits

Top Clicks

  • None
February 2008
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
Add to Technorati Favorites

%d bloggers like this: