Archive for the 'Tulisan Lama' Category

24
Feb
08

Pandora’s Box: Ideals or Interest

(Berkaitan dengan upaya pemisahan diri seperti Kosovo kemarin, di bawah ini ada sebuah tulisan bagus. Semoga menambah wawasan Anda)

Pandora’s Box: Ideals or Interest
By Pascal Boniface
(Le Monde Diplomatique, January 1999)

Last year’s nuclear tests in India and Pakistan have focused world attention on the problem of nuclear proliferation. But the proliferation of states is potentially an even more serious threat to international stability.

All over the world, countries are fragmenting. It’s a trend that goes beyond North-South and East-West divides (Ignacio Ramonet, Géopolitique du chaos, 1997). The Soviet Union and former Yugoslavia are particularly dramatic examples, but the trend is general – look at Quebec, Sri Lanka, China, the United Kingdom. The same thing is happening in Africa too, where colonial borders, retained for reasons of practicality, started to be redrawn with the recognition of Eritrea in 1993. Change could be on the way as a result of ethnic and political tensions in Somalia, Senegal, Angola, Congo, Liberia, Djibouti and a dozen other states.
Continue reading ‘Pandora’s Box: Ideals or Interest’

Advertisements
04
Oct
07

Penjahat Lebih (Dulu) Nikmati Demokrasi

Penjahat Lebih (Dulu) Nikmati Demokrasi
Oleh: Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

In politics, stupidity is not a handicap” (Napoleon Bonaparte)

Judul di atas merupakan sebuah judul berita di harian Kompas (01/12/05, halaman G), dengan sedikit pemodifikasian dari penulis. Muncul pertanyaan: Apakah benar demikian? Mungkin. Demokrasi membuka peluang kepada setiap kekuatan untuk tampil di ruang politik publik. Bukan hanya itu saja, demokrasi memungkinkan siapapun, termasuk penjahat, memegang kekuasaan dan mengendalikan pemerintahan, tentu dengan syarat jika ia memperoleh kepercayaan dan rakyat memilihnya.

Terlepas dari perhitungan apakah ia memperoleh kepercayaan itu dengan uang, kharisma, rekayasa media, atau memparasiti partai politik tertentu, jika telah mengantongi sekumpulan suara sesuai dengan vote treshold, melengganglah ia menjadi wakil rakyat atau pimpinan eksekutif di level tertentu. Bagi penjahat, tidak penting caranya, yang penting hasilnya. Kalau toh ada hukum dan aturan, kesediaanya untuk mengikuti dan mematuhi hanyalah sekadar proforma belaka.
Continue reading ‘Penjahat Lebih (Dulu) Nikmati Demokrasi’

Pages: 1 2 3

04
Oct
07

INDONESIA 2020

INDONESIA 2020
Oleh: Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Ada apa dengan Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Mengapa kita harus membicarakan suatu waktu dengan jeda 13 tahun yang tentu saja kita tidak tahu apa yang terjadi pada saat itu. Kenapa di saat-saat sulit seperti sekarang, naluri keindonesiaan kita perlu dibangkitkan (lagi) dengan penaksiran dan perkiraan masa depan.

Ada suatu pelajaran menarik dari sirah nabawiyah (sejarah kenabian), yakni kisah perang Khandaq (Parit) pada 629 M. Di tengah suasana kelaparan yang menghebat, sampai-sampai kaum Muslimin saat itu harus mengganjal perutnya dengan satu batu dan Rasul saw juga mengganjal perutnya dengan dua batu (at Tirmidzi, Misykatul Mashabih, II: 448), mereka menggali parit di utara kota Madinah.
Continue reading ‘INDONESIA 2020’

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9

18
Aug
07

MAHASISWA, TERUSLAH BERGERAK

Oleh: Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Jika membaca koran, mendengar radio, dan melihat tv, kita mendapati fenomena yang sama dan berlaku masif: rakyat harus antri untuk mendapatkan salah satu kebutuhan hidup mereka, yakni bahan bakar minyak. Barisan panjang berjam-jam mengantri minyak tanah. SPBU-SPBU tutup dengan alasan kehabisan stok. Semuanya itu diperparah dengan harga “tak resmi” yang jauh lebih mahal daripada harga standar. Belum lagi dengan aturan alokasi X liter per minggu per orang.

Di Medan, ibu-ibu yang mau membeli minyak tanah harus membawa KTP dan KK. Itupun dengan retriksi tambahan: hanya boleh membeli 5 liter per minggu. Di Tulungagung dan Trenggalek, ratusan nelayan harus memperpendek jam kerjanya karena terbatasnya solar. Solar menjadi barang langka di sepanjang jalur Pantura.
Continue reading ‘MAHASISWA, TERUSLAH BERGERAK’

Pages: 1 2

18
Aug
07

Penghargaan Luar Biasa untuk Talenta Biasa

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Kisah sukses Veri Afandi telah menjadi impian berjuta-juta anak muda seluruh Indonesia. Impian untuk hidup enak dengan jalan pintas: ikut acara reality show dan kalau bisa, menjadi pemenangnya. Setelah menang di Akademi Fantasi Indosiar (AFI 1), anak tukang becak yang lahir di Pangkalan Brandan, 7 Januari 1983 ini telah menjadi artis baru. Veri menjadi “new legend” bagi para ABG Indonesia.

Konser demi konser, tur demi tur menjadi bagian hidup Veri. Belum lagi kunjungan ke daerah dan wawancara dengan beberapa media. Veri juga menjadi model iklan produk di samping kontrak tiga tahunnaya dengan Indosiar. Ditambah lagi dengan share of profit penujualan Album “Menuju Puncak”. Album yang menjadu theme song AFI ini telah terjual lebih dari 450.00 keping (CD dan kaset) sehingga meraih triple platinium. Bisa dibayabngkan dalam waktu singkat, puluhan bahkan ratusan juta uagbmengalir, dengan mudah, memenuhi kantong Veri. Tidak bisa diduga berapa kekayaan Veri sekarang. Tidak ada perbedaan antara Veri dulu dan Veri sekarang kecuali satu hal: dulu miskin, sekarang kaya.

Continue reading ‘Penghargaan Luar Biasa untuk Talenta Biasa’

18
Aug
07

Mimpi Besar Suatu Bangsa

Refleksi Pidato Presiden AS
Mimpi Besar Suatu Bangsa

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Bila kau bisa membayangkan, kau bisa mencapainya
Bila kau bisa mengimpikannya, kau bisa menjadi itu
(William Arthur Ward)

Apalah arti sebuah pidato presiden (inaugural address) saat ia dilantik bagi rakyatnya. Untuk sebuah negara kecil, apalagi tidak berpengaruh, pidato itu hanyalah sebuah aksesori pelengkap yang menghiasi upacara peresmian presiden baru. Dan itu akan segera dilupakan oleh rakyatnya.

Continue reading ‘Mimpi Besar Suatu Bangsa’

18
Aug
07

Aktualisasi, Industrialisasi, dan Sindrom Cinderella

Oleh:
Wawan Kurniawan
Pendiri Kajian Internasional Strategis (KAINSA)

Keberhasilan penyelenggaraan Akademi Fantasi Indosiar telah menjadi pionir bagi dibuatnya acara-acara semodel, misalnya Indonesian Model, Sang Lelaki, Indonesian oleh RCTI, MOKA (Pemilihan Model Majalah Kawanku) di TV7, Nescafe Musik Asik Get Started di Trans TV, Konser Dangdut Indonesia (KDI) di TPI, dan Indonesia Star di Metro TV, dan sebagainya. Acara-acara reality show menajdi tren baru yang menarik ribuan anak muda untuk mendaftar.

Hanya ada satu alasan yang bisa menjawab fenomena maraknya acara-acara di atas, yaitu keuntungan (profit). Meskipun stasiun teve sebagai pihak penyelenggara bisa berkamuflase dengan alasan-alasan normatif, misalnya untuk menjaring bintang masa depan, mengaktualisasikan talenta, wahana ekpresi anak muda, demi pariwisata negeri, tetap tidak dapat menutupi the true reason yaitu bayangan keuntungan besar yang pasti datang.
Continue reading ‘Aktualisasi, Industrialisasi, dan Sindrom Cinderella’




Blog Stats

  • 177,052 hits
December 2017
M T W T F S S
« Aug    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Add to Technorati Favorites