Posts Tagged ‘indonesia

04
Feb
08

Mencari Pahlawan Indonesia (65)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 65: Jihadnya Jihad

Penjara dan tiang gantung. Inilah dua kata yang barangkali, merupakan ikon paling penting dalam sejarah tirani abad ke-20, khususnya di dunia ketiga. Lebih khusus lagi di dunia Islam. Tapi, di hadapan tirani itulah terbentang riwayat kepahlawanan yang agung: tradisi perlawanan. Seakan pasangan sejarah memang harus selalu hadir begitu: ada diktator ada petarung, ada tirani ada perlawanan.

Dalam sejarah tradisi pahlawanan, penjara adalah sekolah yang membesarkan para pahlawan. Tapi, tiang gantung adalah karunia Ilahiyah yang mengabadikan mereka. Para pemikir dan ulama besar dunia Islam saat ini, seperti Syekh Muhammad Al-Gazali, Syekh Yusuf Qordhowi, Muhammad Quthb, DR. Ali Juraisyah dan lainnya memang tumbuh dalam tradisi perlawanan. Tapi mereka menjadi lebih kokoh setelah tamat dari sekolah penjara. Sementara itu, mereka yang gugur di jalan perlawanan itu, baik oleh timah panas maupun di tiang gantung, seperti Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb, dengan bangga meraih medali Ilahiyah itu: menjadi bintang abadi di langit sejarah.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (65)’

03
Feb
08

Mencari Pahlawan Indonesia (64)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 64: Kekuasaan Bagi Pahlawan

Setelah perempuan dan harta, inilah bagian ketiga dari trilogi dunia: kekuasaan. Ketiganya bukan hanya godaan dan selalu salah untuk hanya memandangnya sebagai godaan, tapi juga bagian dari sarana kehidupan kita. Masing-masing trilogi dunia itu mempunyai dua sisi yang saling berhadapan: godaan dan sarana. Baik sebagai godaan maupun sarana, ketiganya menunjukkan sisi yang berbeda-beda dari kepribadian sang pahlawan.

Kalau trilogi dunia itu dilihat sebagai godaan dan syahwat adalah sisi dalam kepribadian manusia yang bersentuhan dengan godaan itu, maka simaklah kata Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, “Saya telah mempelajari seluruh syahwat manusia. Yang kutemukan kemudian adalah fakta bahwa syahwat paling kuat dalam diri manusia ternyata syahwat kekuasaan. Hanya untuk syahwat ini manusia rela mengorbankan seluruh syahwatnya yang lain. Tapi hanya kekuasaan juga yang dapat memberi saluran bagi seluruh syahwat manusia.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (64)’

01
Feb
08

Mencari Pahlawan Indonesia (63)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 63: Sentuhan Keberkahan

Daya cipta material adalah kekuatan. Pengorbanan adalah kekuatan. Tapi apa yang dilakukan seorang pahlawan mukmin jika harta dan sarana yang diciptakannya, dan ingin dikorbankannya di jalan cita-citanya, ternyata tidak sampai memenuhi total kebutuhannya?

Itu adalah sisi kepahlawanan yang lain. Apa yang teruji dalam situasi itu adalah seberapa percaya ia kepada dirinya sendiri, kepada cita-citanya, kepada Allah, di tengah semua keterbatasan itu, seberapa ‘nekat’ ia melawan tekanan keterbatasan itu, seberapa cerdas ia mensiasati keterbatasan itu, seberapa efisien ia dalam keseluruhan hidupnya.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (63)’

29
Jan
08

Mencari Pahlawan Indonesia (62)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 62: Kejutan sang Dinar

Harta, ternyata, punya cara kerja tersendiri dalam jiwa manusia. Karakternya sebagai salah satu dari trilogi godaan dunia memiliki kekuatan pengaruh yang tidak dapat diremehkan.

Dari instingnya, manusia membawa dorongan untuk memiliki. Jika insting itu menguat, ia akan berkembang menjadi keserakahan. Dan keserakahan menuntut sejenis proteksi terhadap semua harta yang telah diperoleh; maka lahirlah kebakhilan.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (62)’

28
Jan
08

Mencari Pahlawan Indonesia (61)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 61: Bisnis Kehormatan

Menegakkan wajah dan mempertahankan kehormatan pribadi di atas kemiskinan yang panjang, bukanlah perkara gampang. Tapi bertahan dalam kemiskinan yang panjang di tengah gemerlap dunia materi dengan tetap mempertahankan tingkat produktivitas ilmiah yang tinggi, tentu saja jauh lebih sulit.

Tapi itulah inti semua tantangan yang dihadapi para ulama pewaris nabi. Itu akan menjadi lebih rumit bila mereka hidup pada suatu masa di mana para penguasa bersikap anti ulama, meremehkan peranan ilmu pengetahuan, dan suka merendahkan ulama.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (61)’

27
Jan
08

Mencari Pahlawan Indonesia (60)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 60: Pahlawan Tanpa Harta

Ada fakta lain yang harus dicatat disini: tidak semua medan kepahlawanan membutuhkan sarana dan harta yang melimpah. Perang, politik, dan ekonomi adalah ‘industri duniawi’ yang membutuhkan daya cipta material yang hebat. Tapi ada industri yang sebagian besar proses penciptaannya justru lebih bersifat ‘ukhrawi’; profesi nabi-nabi yang diwariskan kepada para ulama.

Kedua ‘industri’ itu tidaklah terpisah pada tujuannya, tapi pada tabiat pekerjaannya. Proses penciptaan dalam dunia ilmu pengetahuan, spiritual dan pendidikan, lebih banyak bertumpu pada paduan antara kekuatan spiritual dan intelektual. Harta dan sarana hanya mempunyai peranan yang sederhami dalam proses.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (60)’

26
Jan
08

Mencari Pahlawan Indonesia (59)

Mencari Pahlawan Indonesia
Oleh Anis Matta

Seri 59: Tangan Dingin Sang Zahid

Daya cipta material hanyalah satu sisi yang dapat dijelaskan oleh harta tentang kepahlawanan seseorang. Ada sisi lain, yang menunjukkan kekuatan jiwa seorang pahlawan: daya kendalinya terhadap harta. Apakah harta itu berubah menjadi tujuan hidupnya? Apakah harta itu merubah perasaan-perasaannya terhadap orang lain? Apakah harta itu menjadi sumber rasa percaya dirinya? Apakah harta itu sepenuhnya digunakan untuk misi kepahlawanannya atau tidak?

Kedua sisi kekuatan itu, daya cipta material dan daya kendali material, boleh jadi merupakan sumber antagonisme dan konflik dalam diri seorang pahlawan. Misalnya, jika daya cipta materialnya hebat, tapi daya kendalinya lemah. Dari daya cipta material yang hebat itu lahir kekayaan dan sarana yang melimpah, tapi dari kelemahannya lahir kutub-kutub jiwa yang ekstrim yang justru mematikan kekuatannya yang pertama; keserakahan, kebakhilan, kesombongan, perasaan tidak butuh kepada Allah SWT, pemborosan, tabzir (pemubaziran), dan kemewahan.
Continue reading ‘Mencari Pahlawan Indonesia (59)’




Blog Stats

  • 174,682 hits

Top Clicks

  • None
August 2017
M T W T F S S
« Aug    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Add to Technorati Favorites